Latest Post

Acar Adzan Ahok Air Ajaib Air Alkali Aku Cinta ISLAM Anak Rantau Anak-anak android Aplikasi Ayah Ayam bahasa Korea Bali Bandara Jogja Bank di hongkong Bank international Beasiswa Belajar Hangeul Belajar Islam belajar menghafal Berbagi Ilmu dan pengetahuan Berburu Kupon Berita duka BI Biografi Bisnis dan Keuangan Bisnis dan Politik Bisnis Hallal ala Rosul Blogger Tips BMI Hong kong BMI & Hong kong BMI Hong kong BMI Jeddah BMI Korea Bmi Malaysia BMI Pintar BMI Riyadh BMI Singapura bmi Taiwan bmi timur tengah Bnp2tki Book Review BPJS Budaya & Budaya Bukit Care4Syria Care4Syria Indonesia Care4syria Malaysia Cerita Motivasi cerita pekerja migran Ceritaku Ciber Crime Cinta Orang Tua Cintai Anak-anak Convert Video Crystal-X Cut Nyak Dhien Daily Recipes Dekstop Tips Devisa Dilema buruh Migran Download Mp3 Dr.Zakir Naik Ekonomi Facebook Fakta Fenomena Facebook Forums Geo Expat Hong kong Foto terbaru gadge Gadget Gallery Generasi Qur'ani Google Adsense HALAL Restaurant Handphone Harris J herbal Hijab Hong Kong Hong Kong Food Recipes Hutan Hydrophonic Ibu yang terlantar Ikan Indonesia Indonesia-hongkong Indonsia-hongkong Informasi Informasi traveling Intisari Islamic Song Lyrics Jakarta Jeddah jepang Job Seeker in Hong kong Jogja Kabar dari Indonesia Kabar dari Seberang Kamus Kamus Korea Kasus Buruh diluar negeri Kata-kata Kecantikan Kecelakaan Kecelakaan bmi kecelakaan Kerja Kedok Kekerasan pada TKI Kembali ke Fitrah Kesehatan Keuangan keyboard Khas Indonesia Kisah Motivasi Kisah Teladan KJRI Hong Kong Kolom BMI Kolom PMI Komputer Komunitas Korea Kreatif Kuliah di Hong Kong kuliah diluar negeri Kuliner Kuliner Kasih Kupon Gratis Kursus Langsung Enak Lansia Lazio dan laziale Learn Hangul Lirik Lagu Makanan Khas Nusantara Malaysia Manfaat Sholat Mantan Buruh Migran Mari bantu Saudara kita Mari berbagi Masjid Media JBMI Hong Kong & Macau Meme Lucu mengenal Allah lebih dekat Mesir MILAGROS Minuman herbal Mobile Tips Modus Motivasi Mp3 Mualaf Mudik Musa Nabi Muhammad SAW nama dan alamat bank Nunik Ambarwati Obat Alami Pahlawan Nasional INDONESIA Pakistan Palestina Palestina dan Suriah Parallel Space Pariwisata Paspor Peduli Lingkungan Pekerja Ilegal Pekerjaan Pembunuhan Pendidikan Photo lucu anak-anak Pilipina PMI ilegal PMI Pintar Radio Hong Kong Realita Resep Harian Resep Jajanan Resep Jamu Tradisional Resep Mancanegara Resep masakan Simpel Resep Nusantara Resep Olahan simpel Restoran Halal Rusun Rawa Bebek Salad Sanggar Save Rohingya Sejarah Sekolah Di Hong Kong sekolah di hongkong sekolah di Indonesia Sekolah di Luar Negeri Selingkuh Seputar Elektronik Seputar Islam Seputar Wanita Singapura Sosial SS.Lazio Story of Buruh Migran Suriah Syria Taiwan Technology teladan Teman Ahok Tips dan Triks TKI Sukses Tokoh Bangsa TransJ Tutorial Blogger Tutorials Umbrella Revolution in hongkong Umroh Video Visa Whatsapp wonderful Indonesia Youtube

Pernah galau ketika Internal Device pada hape sudah mau penuh ,mau aplikasi yang lama dipindah ke SD Card juga gak bisa ,jika dibuang juga sayang.
Alhasil saya pening tujuh keliling karena tidak bisa mengunduh(download )Video dari Youtube tersebut .

Namun benar adanya ,bahwa Allah Azza wa jalla menciptakan otak manusia untuk berpikir dan mencari jalan keluar dari masalah apapun yang sedang ia hadapi ,bukan hanya sebagai hiasan semata.
And well done ,saya nemu cara yang menurut saya adalah cara paling ampun untuk mengunduh(download)Video dari Youtube tanpa menggunakan Aplikasi.

Mau tau?
apa mau banget?! ,hahahaha
here we goooooo...

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan membuka Aplikasi youtube di hape kamu ,atau membuka www.youtube.com melalui Browser CHROME (saya menggunakan Browser CHROME ),
kemudian cari Video yang ingin kamu Unduh ,
setelah ketemu ,kamu liat Link /alamat URL paling atas (contoh : https://youtu.be/kRZ9x7Ua3c4)  ,kamu Copy /Salin URL tersebut (Lihat gambar dibawah ),

Setelah itu kamu pergi ke www.Keepvid.com.
Klik kotak tabel  panjang berwarna putih dan tekan agak lama sampai keluar tulisan "PASTE " ,kemudian klik tulisan/tombol tersebut.
Setelah itu kamu klik tombol disamping yang berwarna Coklat dan bertuliskan "Download" ,
Sampai disini kamu tinggal menunggu Video mu selesai dan sukses terunduh.

Noted: 
Cepat lambatnya video tersebut sukses di unduh adalah tergantung Jaringan Internet yang kamu pakai.

Kamu suka dengan K-pop dan K-drama ?!
sudah bisa ketebak ,pasti kamu juga suka dengan Bahasa korea juga kan?!
Sama seperti saya ,karena saya menyukai alur cerita dari setiap K-drama yang saya tonton ,yang sering membuat mata saya bengkak dikala pagi menyapa karena semalaman menangisi seseorang yang padahal ia tidak mengenal saya tersebut,hahahaha

Tidak heran bila Korea menjadi Negara yang pasti akan masuk di daftar tempat yang harus kita kunjungi .,karena selain K-pop dan K-dramanya ,juga banyak hal lain yang akan membuat kita bakal nyesel kalo tidak memiliki.
Baju  ,made in Korea yang katanya biar kekinian ,tidak kalah ketinggalan dengan Make up tools,sepatu ,tas dan bahkan makananpun kini banyak yang berburu made in Korea.

Eniwe,deskripsi diatas memang tidak nyambung dengan Pelajaran yang bakal saya bagikan dibawah ini ,whahahaha.

Nama -Nama Hari ( 요일 )
Hari Arti
월요일Senin
화요일Selasa
수요일Rabu
목요일Kamis
금요일Jum'at
토요일Sabtu
일요일Minggu

Nama-nama Bulan ( 달 / 월 )
Bulan Arti
일월 Januari
이월Februari
삼월Maret
사월April
오월Mei
유월Juni
칠월Juli
팔월Agustus
구월September
시월Oktober
십일월November
십일월Desember

Noted :
Untuk bulan enam (Juni ), daei 육 berubah menjadi 유 ,
sedangkan untuk bulan 10 (Oktober), 십 berubah menjadi 시.

Untuk jam
Jam 92.30 menit pengucapannya adalah 두시삼삽분.
Jam 2 ,jam adalah 시 dan angka 2 (둘), tetapi angka 2 bisa berubah menjadi 두 karena termasuk pengecualian yang tertera diatas. Begitu pula angka yang lain ,maka menjadi 두시.

Kemudian untuk menitnya menggunakan Bilangan Sino Korea.
30 menit ,menit adalah 분 ,menjadi 사십분.
Bila ada penentuan waktu ,misalnya dari jam 04.15 menit sampai jam 05.45 menit ,naka cara pengucapnnya adalah :

네시십오분부터 ( mulai ) 다섯시사십오분까지 (sampai ).
Contoh : 
01.58 dibaca 한시으십팔분,
03.25 dibaca 세시이십오분,
07.21 dibaca 일곱시이십일분,
12.30 dibaca 여두시삼십분.

Noted :
Untuk lebih dari 30 menit bisa diucapkan dengan kata lain yaitu 반.
Misalnya :  
06.30 bisa dibaca 여섯시반 ,

untuk kurang ,bisa ditambahkan dengan  kata 전.
Misalnya : 
Jam lima kurang sepuluh menit ( 04.50) , dibaca 다섯시십분전.

Untuk Uang
Cara mengucapannya adalah kita ambil satuan 4 angka yang belakang ,
kalau 4 angka tidak ada ,kita ambil 3 angka  ,kita ambik 2 angka terlebih dahulu ,kemudian baru dihitung sisanya.
Misalnya :
  • 1560 ( 워 ) 
Kita ambil bikangan terakhir ,karena ada 3 angka ,yaitu 천 ( Ribuan ).
kemudian kita hitung angka berikutnya ,yaitu 백 (Ratusan ) ,disitu ada angka 5,jadi 오백.
Angka terakhir tinggal 60 ( 육십 ).
Jadi cara pengucapannya adalah 천오백육십워.

  • 245 800 워
Kita ambil bilangan terakhirnya 4 angka ,yaitu 만 ( Puluhan ) .
Maka tinggal 2 angka ,yaitu 24 , kemudian kita gabungkan 24 ( 이 십사 )  dengan 만 (puluhan ) diatas ,manjadi 이십사만.
Baru setelah itu kita hitung sisanya .
Sisanya adalah 천 ( Ribuan ) ,karena ada angka 5 maka menjadi 오전,kemudian sisanya adalah 백 (Ratusan ) ,karena ada angka 8  maka menjadi 팔백.
Jadi cara mengucapannya adalah 이십사오천팔백워.

  • 4 562 800워
Kita ambil dahulu 4 angka dari belakang , yaitu 만 (Puluhan).
Maka tinggal 3 angka yaitu 456 ( 사백오십육 ), kemudian kita gabungkan dengan bilangan  만 ( Puluhan ) diatas, menjadi 사백오십육만.
Kemudian baru kita hitung sisanya ,yaitu 천 (Ribuan ),karena ada angka 2 ,menjadi 이천.
Kemudian kita hilang lagi sisanya ,yaitu 백(Ratusan ), karena ada angka 8,maka menjadi 팔백.
Jadi cara pengucapannya adalah 사백오십육만이천팔백워.

Contoh : 
50              ━ 오십워
20              ━ 이십워
500            ━ 오백워
200            ━ 이백워
550            ━ 오백오시십워
2 555 000 ━ 이백오십오만오천워
25 000      ━ 이만 오천워
25 500      ━ 이만 오천오백워
255 000    ━ 이삽오만오천워
5 000        ━ 오천워


"Entah karena godaan dilingkungan sehari-hari ,atau memang tabiat dasar yang dimiliki oleh suamiku yang memiliki kecenderungan seperti itu, kenyataannya keutuhan rumah tanggaku telah ia cederai  dengan luka yang teramat berat ".

Hidup yang layak, merupakan tujuan bagi semua orang. Namun setiap orang memiliki pengertian yang berbeda mengenai apa itu hidup yang layak. Hidup yang layak bagi sebuah pasangan suami istri apalagi yang telah dikaruniai anak, tentu idealnya hidup dalam satu atap tempat tinggal dengan status sama-sama meninggali tempat tersebut sehari-hari. Sebab interaksi setiap hari merupakan salah satu dari bagian hidup yang layak. Ini hidup yang layak menurut aku, dari sisi hidup berumah tangga.

Standart kelayakan hidup, seringkali harus tawar menawar dengan kenyataan. Sebab kenyataan hidup tidak selamanya mendukung terwujudnya kelayakan hidup yang ideal. Jika terjadi seperti ini, beberapa kelayakan harus dikorbankan untuk mengejar kelayakan lainnya yang dirasa lebih mendesak. Begitupula dengan keberangkatanku ke Hong Kong 8 tahun yang lalu. Ketiadan jaminan finansial di kampung halaman, membuat suamiku memberiku ijin untuk terbang ke Negeri Beton.

Berbagai rencana baik jangka panjang maupun jangka pendek kami susun bersama suamiku. Terutama antisipasi terhadap perubahan perubahan keadaan sepeninggalku ke Hong Kong, baik pekerjaan mengasuh anak, mengurus rumah hingga jangka panjangnya bagaimana nanti mengelola dan mengembangkan hasil dari Hong Kong. Kesepakatan tersebut menguatkan semangatku untuk melangkah.

Sesampai aku di Hong Kong, hingga potongan gajiku berakhir, semua berlangsung baik-baik saja. Namun memasuki tahun kedua aku bekerja di Hong Kong, suamiku mengutarakan niatnya untuk bekerja ke luar negeri, dengan alasan, supaya aku bisa segera pulang dan mengasuh anak. Dia merasa kesulitan melakukan pekerjaan diluar rumah yang berkaitan dengan upaya menjemput rejeki.

Meskipun kedua anakku aku titipkan pada kedua orang tuaku, namun aku memahami apa yang dirasakan oleh suamiku. Setelah terjadi diskusi panjang, akhirnya kami menyepakati, suamiku mendaftarkan diri bekerja ke Taiwan melalui jasa sebuah agen di Jakarta. 40 juta rupiah dihabiskan untuk mengurus proses pemberangkatannya. Mulai dari biaya jasa yang disetor ke agen, biaya wira-wiri Jawa Timur Jakarta, dan biaya-biaya lainnya. Aku mendapatkan 40 juta dari hasil meminjam di sebuah finance di Hong Kong dengan jaminan pasporku.

4 bulan menunggu, berangkatlah suamiku ke Taiwan. Dia bekerja di sebuah pabrik elektronik. Meskipun di awal sudah menghabiskan biaya sebesar40-an juta rupiah, namun kenyataannya sesampai di Taiwan, suamiku harus melewati masa potongan gaji selama belasan bulan lamanya. Kenyataan itu tidak terlalu aku permasalahkan, toh yang penting suamiku bisa berhasil masuk dan bekerja di Taiwan dengan legal.

Masa aku mengangsur hutang ke finance di Hong Kong, dan masa suamiku menjalani potongan gaji, bagi kami merupakan masa yang berat. Sebab sisa dari gaji yang berhasil aku sisihkan, dan suamiku sisihkan hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan operasional kami di Hong Kong dan Taiwan. Dalam kondisi demikian, Allah memberi cobaan, anak pertamaku sakit dan harus dirawat inap karena terkena demam berdarah. Tentu saja kami kalangkabut menutupi biaya pengobatannya. Namun syukur alhamdulilah, kedua orang tuaku menyatakan sanggup menanggungnya.

Setelah masa pembayaran hutangku lunas, aku mulai kembali merasa normal lagi dalam mengelola keuangan. Sebagian aku kirimkan pulang untuk kedua anak kami, sebagian aku tabung dalam rekening bank. Apalagi, saat suamiku telah berada pada kondisi bebas potongan, secara finansial kami bertambah kuat sumber pendapatannya. Namun itu hanya berlangsung dua bulan saja. Sebab setelah 18 bulan suamiku bekerja di Taiwan, tiba-tiba tidak bisa lagi dihubungi. Baik aku, maupun keluarga yang di kampung halaman tidak ada yang bisa menghubungi suamiku.

Kondisi hilang kontaknya suamiku secara tiba-tiba, tentu membuat bukan saja aku yang cemas. Kedua anakku, kedua mertuaku, juga kedua orang tuaku sama-sama merasakan kecemasan. Tak ada yang bisa aku lakukan untuk mencari kabar suamiku selain pasrah dan menunggu. Bahkan saat dua tahun kemudian aku cuti pulang ke kampung halamanpun, kondisi masih tetap sama, tidak ada yang tahu menahu kabar suamiku. Sambil memanfaatkan waktu libur, aku pernah mengadukan perihal hilangnya suamiku ini ke dinas tenaga kerja di kampungku, meskipun sampai saat cerita ini aku tuturkan ke Apakabar+, dinas tenaga kerja tak pernah memberikan jawaban.

Menghubungi organisasi pekerja migran yang ada di Taiwan, juga pernah aku lakukan, namun dari mereka aku juga tidak berhasil mendapat jawaban. Bertanya ke setiap orang yang aku kenal di Taiwan, selalu aku lakukan. Bahkan melalui media sosial yang saat itu belum sepopuler sekarang, setiap mendapat kenalan baru dari Taiwan, aku selalu menitipkan data suamiku kalau saja teman baru tersebut mengetahui atau bisa membantu. Meski konflik batin antara marah, curiga, prasangka, serta berbagai dugaan mengenai kondisi suamiku selalu bermain di angan-angan dan akal sehatku, namun aku selalu berjuang melawan diriku sendiri untuk selalu bisa berpikiran positif. Sebab aku meyakini, tanpa didukung dengan pikiran dan nalar sehat, upayaku sulit untuk mendapatkan hasilnya.

Setelah memasuki tahun ke empat aku kehilangan suamiku, disaat air mata kecemasanku sudah tak mampu menetes lagi, tiba-tiba terdengar kabar dari kampung halaman, yang mendesak aku untuk segera pulang, meskipun hanya untuk beberapa hari dan selanjutnya kembali ke Hong Kong lagi. Tentu permintaan ini tidak bisa aku putuskan sendiri, sebab di Hong Kong kemerdekaanku untuk menentukan kapan pulang ke kampung halaman tersandera oleh ikatan kontrak kerja

Tiga minggu kemudian, aku baru bisa memenuhi permintaan keluarga untuk pulang ke kampung halaman dengan mengambil jatah cuti yang sebenarnya baru bisa aku nikmati 3 bulan lagi. Namun berkat kemurahan hati majikanku saat aku menyampaikan kemudian merundingkan, mereka bermurah hati memenuhi permintaanku meskipun harus tertunda sampai tiga minggu lamanya.

Saat mendarat di bandara Juanda Surabaya, hanya anakku dan kerabat lainnya yang menjemputku. Tidak ada pembicaraan serius selama perjalanan dari bandara menuju kampung halamanku meskipun aku sempat beberapa kali menanyakan kenapa kok aku disruh pulang tiba-tiba. Serentak kerabat yang menjemputku menjawab, nanti saja sampai di rumah di bahas. Jangan dibahas disini.

Meskipun aku menyimpan rasa penasaran, akupun harus sabar menunggu hingga tiba sampai di rumah kemudian berkumpul dengan seluruh keluarga. Namun, setelah menempuh perjalanan selama hampir 6 jam lamanya dari bandara Juanda ke kampung halamanku, sesampainya di rumah seluruh keluargaku kompak, menyuruh aku beristirahat dulu. Tak satupun dari mereka yang bersedia memulai menceritakan hal penting yang mengharuskan aku pulang. Akupun tak punya pilihan selain hanya mengikuti saran mereka.

Malam harinya usai makan malam, usai aku beristirahat seharian, aku, kedua orang tuaku, dan dua orang sepupuku, juga mertuaku duduk bersama untuk membahas hal penting. Dengan sangat berhati-hati, pembicaraan dimulai dari salah seorang sepupuku. Hal penting yang diceritakan adalah perihal hilangnya suamiku. Sebelum masuk ke informasi inti, berkali-kali aku diminta untuk kuat, sabar dan bisa mengendalikan diri.

Sepupuku kemudian membeberkan kronologi bagaimana dia berhasil menemukan jejak suamiku yang selama hampir empat tahun hilang kabarnya. Dengan menunjukkan bukti-bukti pendukung, sepupuku menyatakan bahwa suamiku ternyata telah menikah lagi dengan perempuan yang berasal dari provinsi tetangga. Spontan, akupun tak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Hampir saja aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Namun, kedua orang tuaku dan semua yang ada di forum itu, berusaha menguatkan aku agar tetap kuat dan berpikiran jernih demi kebaikan bersama.

Malam itu segala sesuatunya menjadi terang benderang. Meskipun pahit, setidaknya kepastian itu telah aku dapatkan. Dan bagi keluargaku, kedua orang tuaku serta kedua mertuaku, mereka juga merasa plong, lantaran informasi yang mereka pendam telah tersampaikan dengan baik. Malam itu kami menyepakati beberapa rencana perihal masalah tersebut. Pun demikian, kedua mertuaku juga menyatakan dengan tegas, tidak akan menerima perempuan lain menjadi anak mantunya (istri suamiku) selain aku, dan tidak akan mengakui cucu selain kepada buah hatiku dengan suamiku.

Dua hari berselang, setelah dirasa segala sesuatunya siap, sepupuku memimpin rombongan keluarga kami yang terdiri dari aku, bapakku dan bapak mertuaku menuju ke alamat dimana suamiku tinggal dengan istri barunya. Namun, demi kebaikan dan menjaga kondisi kejiwaannya, aku melarang anakku ikut dalam rombongan tersebut meskipun dia merengek ingin ikut.

Dengan niat untuk kebaikan bersama, meskipun aku dalam posisi terdzalimi, namun, aku tetap berpikiran bahwa petaka ini bukan aku sendiri yang kena getahnya. Orang orang disekitarku juga merasakan akibatnya. Baik moril maupun materiil. Karena itulah, terutama untuk menjaga perasaan anakku, kedua orang tusaku, kedua mertuaku, aku berusaha memilih jalan terbaik menghadapinya.

Tujuan kami serombongan mendatangi alamat dimana suamiku dengan istri barunya tinggal adalah untuk menyatakan kebenaran tersebut, agar semua sama-sama mengetahui dan melihat fakta. Pun demikian, kami terutama mertuaku, juga tidak ingion kelak suatu saat nanti, jika terjadi perselisihan, pihak istri baru suamiku baru mengetahui kami.

Sesampai di alamat yang kami cari, sebuah rumah yang belum lama selesai di bangun kami dapati. Disitulah suamiku dan istri barunya tinggal. Kemudian di sebelahnya, berdiri sebuah bangunan yang usianya lebih tua. Disitulah kedua mertua baru suamiku tinggal. Kami tidak seketika menemukan sosok suamiku saat kami mengetuk pintu kemudian dipersilahkan masuk. Hanya seorang perempuan dalam kondisi hamil yang membukakan pintu, diikuti dibelakangnya seorang anak perempuan usia remaja yang menyebut perempuan tersebut sebagai ibu.

Dengan diawali oleh bapak mertuaku yang memperkenalkan diri sebagai ayah dari lelaki yang sedang kami cari, keluarga yang kami datangi sangat terkejut. Namun mereka tidak menyela apa yang kami sampaikan hingga bapak mertuaku berbicara sampai selesai. Kemudian perempuan yang dinikahi istriku tersebut terlihat emosi lantaran baru mengetahui bahwa laki-laki yang menikahinya ternyata masih punya orang tua dan masih terikat hubungan suami istri. Sedangkan kepada perempuan tersebut, ternyata suamiku mengaku telah sebatangkara tanpa orang tua dan berstatus duda.

Saat itulah, aku baru bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri, ternyata suamiku menikahi seorang janda beranak satu yaitu gadis remaja yang tadi mengekor dibelakang istri baru suamiku saat membukakan pintu. Perempuan tersebut mengenal suamiku saat mereka bekerja di Taiwan. Seperti dugaan kami semua, di Taiwanlah segala sesuatunya berawal. Mereka terlibat hubungan suka sama suka. Meskipun berstatus janda dan suamiku masih terikat hubungan suami istri, lantaran mengikuti hawa nafsu, mereka meneruskan hubungan itu sampai jenjang pernikahan.

Sampai malam hari kami meninggalkan rumah itu, kami tetap tidak berhasil menemukan suamiku. Sebab menurut penuturan keluarga tersebut, suamiku sedang merintis usaha kelapa sawit dan sering membuatnya pulang balik ke Sumatera. Jika sudah berada di ladang sawit, tidak satupun ada yang bisa menghubungi nomer selulernya. Sebelum kami berpamitan pulang, kami sempat bertukar nomer telepon.

Saat aku telah kembali ke Hong Kong, barulah suamiku bisa dihubungi keluarga istri barunya. Dan ending dari masalah itu, aku mengajukan gugatan cerai. Pun demikian dengan keluarga istri baru suamiku, mereka mengabari aku bahwa mereka juga mengajukan gugatan cerai usai bayi dalam kandungan istri barunya lahir.

Alhamdulilah, berkat dukungan dan doa dari orang – orang disekitarku, kini, setelah 3 tahun peristiwa itu berlalu, aku tetap bisa tegar, menjadi janda beranak satu memperjuangkan masa depanku dan anak semata wayangku.[Seperti Dituturkan Yuli Kepada Asa dari Apakabar+]

Sumber: ApakabarOnline


"Entah karena godaan dilingkungan sehari-hari ,atau memang tabiat dasar yang dimiliki oleh suamiku yang memiliki kecenderungan seperti itu, kenyataannya keutuhan rumah tanggaku telah ia cederai  dengan luka yang teramat berat ".

Hidup yang layak, merupakan tujuan bagi semua orang. Namun setiap orang memiliki pengertian yang berbeda mengenai apa itu hidup yang layak. Hidup yang layak bagi sebuah pasangan suami istri apalagi yang telah dikaruniai anak, tentu idealnya hidup dalam satu atap tempat tinggal dengan status sama-sama meninggali tempat tersebut sehari-hari. Sebab interaksi setiap hari merupakan salah satu dari bagian hidup yang layak. Ini hidup yang layak menurut aku, dari sisi hidup berumah tangga.

Standart kelayakan hidup, seringkali harus tawar menawar dengan kenyataan. Sebab kenyataan hidup tidak selamanya mendukung terwujudnya kelayakan hidup yang ideal. Jika terjadi seperti ini, beberapa kelayakan harus dikorbankan untuk mengejar kelayakan lainnya yang dirasa lebih mendesak. Begitupula dengan keberangkatanku ke Hong Kong 8 tahun yang lalu. Ketiadan jaminan finansial di kampung halaman, membuat suamiku memberiku ijin untuk terbang ke Negeri Beton.

Berbagai rencana baik jangka panjang maupun jangka pendek kami susun bersama suamiku. Terutama antisipasi terhadap perubahan perubahan keadaan sepeninggalku ke Hong Kong, baik pekerjaan mengasuh anak, mengurus rumah hingga jangka panjangnya bagaimana nanti mengelola dan mengembangkan hasil dari Hong Kong. Kesepakatan tersebut menguatkan semangatku untuk melangkah.

Sesampai aku di Hong Kong, hingga potongan gajiku berakhir, semua berlangsung baik-baik saja. Namun memasuki tahun kedua aku bekerja di Hong Kong, suamiku mengutarakan niatnya untuk bekerja ke luar negeri, dengan alasan, supaya aku bisa segera pulang dan mengasuh anak. Dia merasa kesulitan melakukan pekerjaan diluar rumah yang berkaitan dengan upaya menjemput rejeki.

Meskipun kedua anakku aku titipkan pada kedua orang tuaku, namun aku memahami apa yang dirasakan oleh suamiku. Setelah terjadi diskusi panjang, akhirnya kami menyepakati, suamiku mendaftarkan diri bekerja ke Taiwan melalui jasa sebuah agen di Jakarta. 40 juta rupiah dihabiskan untuk mengurus proses pemberangkatannya. Mulai dari biaya jasa yang disetor ke agen, biaya wira-wiri Jawa Timur Jakarta, dan biaya-biaya lainnya. Aku mendapatkan 40 juta dari hasil meminjam di sebuah finance di Hong Kong dengan jaminan pasporku.

4 bulan menunggu, berangkatlah suamiku ke Taiwan. Dia bekerja di sebuah pabrik elektronik. Meskipun di awal sudah menghabiskan biaya sebesar40-an juta rupiah, namun kenyataannya sesampai di Taiwan, suamiku harus melewati masa potongan gaji selama belasan bulan lamanya. Kenyataan itu tidak terlalu aku permasalahkan, toh yang penting suamiku bisa berhasil masuk dan bekerja di Taiwan dengan legal.

Masa aku mengangsur hutang ke finance di Hong Kong, dan masa suamiku menjalani potongan gaji, bagi kami merupakan masa yang berat. Sebab sisa dari gaji yang berhasil aku sisihkan, dan suamiku sisihkan hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan operasional kami di Hong Kong dan Taiwan. Dalam kondisi demikian, Allah memberi cobaan, anak pertamaku sakit dan harus dirawat inap karena terkena demam berdarah. Tentu saja kami kalangkabut menutupi biaya pengobatannya. Namun syukur alhamdulilah, kedua orang tuaku menyatakan sanggup menanggungnya.

Setelah masa pembayaran hutangku lunas, aku mulai kembali merasa normal lagi dalam mengelola keuangan. Sebagian aku kirimkan pulang untuk kedua anak kami, sebagian aku tabung dalam rekening bank. Apalagi, saat suamiku telah berada pada kondisi bebas potongan, secara finansial kami bertambah kuat sumber pendapatannya. Namun itu hanya berlangsung dua bulan saja. Sebab setelah 18 bulan suamiku bekerja di Taiwan, tiba-tiba tidak bisa lagi dihubungi. Baik aku, maupun keluarga yang di kampung halaman tidak ada yang bisa menghubungi suamiku.

Kondisi hilang kontaknya suamiku secara tiba-tiba, tentu membuat bukan saja aku yang cemas. Kedua anakku, kedua mertuaku, juga kedua orang tuaku sama-sama merasakan kecemasan. Tak ada yang bisa aku lakukan untuk mencari kabar suamiku selain pasrah dan menunggu. Bahkan saat dua tahun kemudian aku cuti pulang ke kampung halamanpun, kondisi masih tetap sama, tidak ada yang tahu menahu kabar suamiku. Sambil memanfaatkan waktu libur, aku pernah mengadukan perihal hilangnya suamiku ini ke dinas tenaga kerja di kampungku, meskipun sampai saat cerita ini aku tuturkan ke Apakabar+, dinas tenaga kerja tak pernah memberikan jawaban.

Menghubungi organisasi pekerja migran yang ada di Taiwan, juga pernah aku lakukan, namun dari mereka aku juga tidak berhasil mendapat jawaban. Bertanya ke setiap orang yang aku kenal di Taiwan, selalu aku lakukan. Bahkan melalui media sosial yang saat itu belum sepopuler sekarang, setiap mendapat kenalan baru dari Taiwan, aku selalu menitipkan data suamiku kalau saja teman baru tersebut mengetahui atau bisa membantu. Meski konflik batin antara marah, curiga, prasangka, serta berbagai dugaan mengenai kondisi suamiku selalu bermain di angan-angan dan akal sehatku, namun aku selalu berjuang melawan diriku sendiri untuk selalu bisa berpikiran positif. Sebab aku meyakini, tanpa didukung dengan pikiran dan nalar sehat, upayaku sulit untuk mendapatkan hasilnya.

Setelah memasuki tahun ke empat aku kehilangan suamiku, disaat air mata kecemasanku sudah tak mampu menetes lagi, tiba-tiba terdengar kabar dari kampung halaman, yang mendesak aku untuk segera pulang, meskipun hanya untuk beberapa hari dan selanjutnya kembali ke Hong Kong lagi. Tentu permintaan ini tidak bisa aku putuskan sendiri, sebab di Hong Kong kemerdekaanku untuk menentukan kapan pulang ke kampung halaman tersandera oleh ikatan kontrak kerja

Tiga minggu kemudian, aku baru bisa memenuhi permintaan keluarga untuk pulang ke kampung halaman dengan mengambil jatah cuti yang sebenarnya baru bisa aku nikmati 3 bulan lagi. Namun berkat kemurahan hati majikanku saat aku menyampaikan kemudian merundingkan, mereka bermurah hati memenuhi permintaanku meskipun harus tertunda sampai tiga minggu lamanya.

Saat mendarat di bandara Juanda Surabaya, hanya anakku dan kerabat lainnya yang menjemputku. Tidak ada pembicaraan serius selama perjalanan dari bandara menuju kampung halamanku meskipun aku sempat beberapa kali menanyakan kenapa kok aku disruh pulang tiba-tiba. Serentak kerabat yang menjemputku menjawab, nanti saja sampai di rumah di bahas. Jangan dibahas disini.

Meskipun aku menyimpan rasa penasaran, akupun harus sabar menunggu hingga tiba sampai di rumah kemudian berkumpul dengan seluruh keluarga. Namun, setelah menempuh perjalanan selama hampir 6 jam lamanya dari bandara Juanda ke kampung halamanku, sesampainya di rumah seluruh keluargaku kompak, menyuruh aku beristirahat dulu. Tak satupun dari mereka yang bersedia memulai menceritakan hal penting yang mengharuskan aku pulang. Akupun tak punya pilihan selain hanya mengikuti saran mereka.

Malam harinya usai makan malam, usai aku beristirahat seharian, aku, kedua orang tuaku, dan dua orang sepupuku, juga mertuaku duduk bersama untuk membahas hal penting. Dengan sangat berhati-hati, pembicaraan dimulai dari salah seorang sepupuku. Hal penting yang diceritakan adalah perihal hilangnya suamiku. Sebelum masuk ke informasi inti, berkali-kali aku diminta untuk kuat, sabar dan bisa mengendalikan diri.

Sepupuku kemudian membeberkan kronologi bagaimana dia berhasil menemukan jejak suamiku yang selama hampir empat tahun hilang kabarnya. Dengan menunjukkan bukti-bukti pendukung, sepupuku menyatakan bahwa suamiku ternyata telah menikah lagi dengan perempuan yang berasal dari provinsi tetangga. Spontan, akupun tak bisa menyembunyikan keterkejutanku. Hampir saja aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri. Namun, kedua orang tuaku dan semua yang ada di forum itu, berusaha menguatkan aku agar tetap kuat dan berpikiran jernih demi kebaikan bersama.

Malam itu segala sesuatunya menjadi terang benderang. Meskipun pahit, setidaknya kepastian itu telah aku dapatkan. Dan bagi keluargaku, kedua orang tuaku serta kedua mertuaku, mereka juga merasa plong, lantaran informasi yang mereka pendam telah tersampaikan dengan baik. Malam itu kami menyepakati beberapa rencana perihal masalah tersebut. Pun demikian, kedua mertuaku juga menyatakan dengan tegas, tidak akan menerima perempuan lain menjadi anak mantunya (istri suamiku) selain aku, dan tidak akan mengakui cucu selain kepada buah hatiku dengan suamiku.

Dua hari berselang, setelah dirasa segala sesuatunya siap, sepupuku memimpin rombongan keluarga kami yang terdiri dari aku, bapakku dan bapak mertuaku menuju ke alamat dimana suamiku tinggal dengan istri barunya. Namun, demi kebaikan dan menjaga kondisi kejiwaannya, aku melarang anakku ikut dalam rombongan tersebut meskipun dia merengek ingin ikut.

Dengan niat untuk kebaikan bersama, meskipun aku dalam posisi terdzalimi, namun, aku tetap berpikiran bahwa petaka ini bukan aku sendiri yang kena getahnya. Orang orang disekitarku juga merasakan akibatnya. Baik moril maupun materiil. Karena itulah, terutama untuk menjaga perasaan anakku, kedua orang tusaku, kedua mertuaku, aku berusaha memilih jalan terbaik menghadapinya.

Tujuan kami serombongan mendatangi alamat dimana suamiku dengan istri barunya tinggal adalah untuk menyatakan kebenaran tersebut, agar semua sama-sama mengetahui dan melihat fakta. Pun demikian, kami terutama mertuaku, juga tidak ingion kelak suatu saat nanti, jika terjadi perselisihan, pihak istri baru suamiku baru mengetahui kami.

Sesampai di alamat yang kami cari, sebuah rumah yang belum lama selesai di bangun kami dapati. Disitulah suamiku dan istri barunya tinggal. Kemudian di sebelahnya, berdiri sebuah bangunan yang usianya lebih tua. Disitulah kedua mertua baru suamiku tinggal. Kami tidak seketika menemukan sosok suamiku saat kami mengetuk pintu kemudian dipersilahkan masuk. Hanya seorang perempuan dalam kondisi hamil yang membukakan pintu, diikuti dibelakangnya seorang anak perempuan usia remaja yang menyebut perempuan tersebut sebagai ibu.

Dengan diawali oleh bapak mertuaku yang memperkenalkan diri sebagai ayah dari lelaki yang sedang kami cari, keluarga yang kami datangi sangat terkejut. Namun mereka tidak menyela apa yang kami sampaikan hingga bapak mertuaku berbicara sampai selesai. Kemudian perempuan yang dinikahi istriku tersebut terlihat emosi lantaran baru mengetahui bahwa laki-laki yang menikahinya ternyata masih punya orang tua dan masih terikat hubungan suami istri. Sedangkan kepada perempuan tersebut, ternyata suamiku mengaku telah sebatangkara tanpa orang tua dan berstatus duda.

Saat itulah, aku baru bisa melihat dengan mata kepalaku sendiri, ternyata suamiku menikahi seorang janda beranak satu yaitu gadis remaja yang tadi mengekor dibelakang istri baru suamiku saat membukakan pintu. Perempuan tersebut mengenal suamiku saat mereka bekerja di Taiwan. Seperti dugaan kami semua, di Taiwanlah segala sesuatunya berawal. Mereka terlibat hubungan suka sama suka. Meskipun berstatus janda dan suamiku masih terikat hubungan suami istri, lantaran mengikuti hawa nafsu, mereka meneruskan hubungan itu sampai jenjang pernikahan.

Sampai malam hari kami meninggalkan rumah itu, kami tetap tidak berhasil menemukan suamiku. Sebab menurut penuturan keluarga tersebut, suamiku sedang merintis usaha kelapa sawit dan sering membuatnya pulang balik ke Sumatera. Jika sudah berada di ladang sawit, tidak satupun ada yang bisa menghubungi nomer selulernya. Sebelum kami berpamitan pulang, kami sempat bertukar nomer telepon.

Saat aku telah kembali ke Hong Kong, barulah suamiku bisa dihubungi keluarga istri barunya. Dan ending dari masalah itu, aku mengajukan gugatan cerai. Pun demikian dengan keluarga istri baru suamiku, mereka mengabari aku bahwa mereka juga mengajukan gugatan cerai usai bayi dalam kandungan istri barunya lahir.

Alhamdulilah, berkat dukungan dan doa dari orang – orang disekitarku, kini, setelah 3 tahun peristiwa itu berlalu, aku tetap bisa tegar, menjadi janda beranak satu memperjuangkan masa depanku dan anak semata wayangku.[Seperti Dituturkan Yuli Kepada Asa dari Apakabar+]

Sumber: ApakabarOnline

TEMPO.CO, Bandung - Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, Kementerian Tenaga Kerja, Soes Hindarno mengatakan, pengiriman tenaga kerja ke luar negeri untuk penata lakasana rumah tangga mulai dihentikan mulai bulan ini. Penghentian secara menyeluruh dilakukan pada tahun depan.

Hindarno mengatakan, target penghentian pengiriman tenaga kerja penata laksana rumah tangga ke luar negeri mulai 2017 merupakan permintaan Presiden Joko Widodo. “Harapannya bertahap pada 2018 proses itu, sudah semuanya profesional, artinya bekerja di perusahaan bukan di rumah tangga sebagai pekerja domestik,” kata dia di Bandung, Jawa Barat, Jumat 13 Mei 2016.

Kendati demikian, perwakilan pemerintah di luar negeri masih melayani perpanjangan pekerja penata laksana rumah tangga yang sudah kadung bekerja di luar negeri.
 “Yang sudah punya majikan cocok di negara asal, daripada pulang nganggur toh cocok majikannya, bagus gaji dan fasilitasnya, silahkan dilanjutkan. KBRI tetap memproses perpanjangan asal majikannya cocok biarpun PLRT. Tapi new comer yang kita stop, tidak akan ada lagi,” kata Hindarno.

Menurut Hindarno, asumsi tiga kementerian/lembaga saat ini tenaga kerja Indonesia yang tengah bekerja di luar negeri berjumlah 7 juta orang, sekitar 60 persennya merupakan tenaga penata laksana rumah tangga. “Ini asumsi karena data berbeda. Versi Kementerian Luar Negeri yang terlapor ke sana tapi lebih banyak yang tidak melapor, versi Kementerian Tenaga Kerja dari PPTKIS yang dapat izin yang melapor setiap pemberangkatannya, laporan BNPT2TKI berbeda lagi angkanya,” kata dia.

Inspektur Jenderal Kementerian Tenaga Kerja Sunarno menyinggung soal target penghentian pengiriman PLRT tahun 2017 saat menghadiri penandatanganan komitmen pembentukan layanan satu atap bagi TKI yang hendak bekerja keluar negeri di Jawa Barat yang di supervisi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. “Kebijakan 2017 itu zero PLRT itu dibuat, ke depan TKI yang diberangkatkan itu betul-betul yang profesional,” kata dia di Bandung, Jumat, 13 Mei 2016.
Sunarno mengatakan, mengimbangi itu pemerintah menyiapkan program perluasan kesempatan kerja di dalam negeri yang belum lama diumumkan Menteri Tenaga Kerja. “Kementerian Tenaga Kerja bersama segenap instansi terkait menjalankan program, semacam lunching, nawacita 10 juta kesempatan kerja. Diharapkan yang keluar negeri sedikit, dan di dalam negeri ada perluasan kesempatan kerja,” kata dia.

Menurut Sunarno, Kementerian Tenaga Kerja juga tengah menyiapkan aturan baru yang akan memangkas kewenangan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS).
“Konsepnya nanti PPTKIS itu berfungsi sebagai pelayanan penempatan saja, kalau misalnya disuruh membentuk perwakilan di luar negeri, sesuatu yang agak sulit mereka lakukan. Hal-hal seperti itu yang kita benahi,” kata dia.

Sunarno mengatakan, dalam kebijakan yang tengah disiapkan itu PPTKIS hanya melayani pelayanan penempatan tenaga kerja. Sementara informasi pasar kerja di luar negeri dibatasi nantinya hanya pekerja sektor formal yang memerlukan keahlian. “PTKIS nantinya untuk pelayanan penempatan dan pemberi fungsi pelayanan saja, tidak menyentuh hal-hal yang menyangkut kebijkan,” kata dia.
Salah satu fungsi PPTKIS yang akan dipangkas misalnya, larangan untuk merekrut langsung calon tenaga kerja di lapangan. Sunarno mengatakan, perekrutan calon tenaga kerja itu akan dijalankan tugasnya oleh Dinas Tenaga Kerja. “Ya, kalaupun untuk hal-hal yang sangat tertentu harus dengan koordinasi Dinas,” kata dia.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di sela penandatanganan komitmen pendirian layanan satu atap bagi TKI mengatakan, pemerintah Jawa Barat salah satu pendukung kebijakan moratorium pengiriman tenaga kerja sektor informal ke Timur Tengah dengan alasan minimnya perlindungan pekerja migran di negara itu.
 “Kita mendukung moratorium dan pemerintah pusat belum mencabut moratorium itu,” kata dia, Jumat, 13 Mei 2016.
Menurut Aher, dirinya sudah lama menunggu layanan satu atap itu untuk untuk memastikan layanan pada TKI. Sejumlah masalah berimbas pada pemerintah daerah karena persoalan TKI. Dia mencontohkan, diantaranya pemerintah daerah sulit membedakan antara sponsor perekrut TKI dengan pelaku trafficking. “Sehingga kami punya harapan ada penyelesaian total komitmen semua pihak sehingga pada saatnya tidak ada lagi sponsor liar,” kata dia.

Aher mengatakan, sponsor liar TKI itu mengiming-imingi “one stop service” pelayanan pengiriman TKI dengen merekrut langsung ke daerah asalnya. Salah satun yang sering menimbulkan masalah adalah pemalusan Karta Tanda Penduduk. Sistem pendataan TKI saat ini juga tidak
memungkinkan daerah memiliki data warganya yang tengah bekerja di luar negeri. “Mekanisme penyelesaiannya tidak ada cara lain kecuali terdaftar di Dinas Tenaga Kerja masing-masing kabupaten/kota, lolos administrasi di situ baru bisa bekerja di luar negeri,” kata dia
Catatan pemerintah provinsi dalam lima tahun terkahir jumlah TKI di Jawa Barat mengalami penurunan hingga 50 persen. Pada 2011 misalnya tercatat 150 ribu orang, sementara pada 2015 menurun menjadi 63 ribu orang.

TKI asal Jawa Barat masih dominan bekerja di sektor informal. Dari data penempatan TKI asal Jawa Barat pekerja informal 41 ribu orang, dan sektor formal 21 ribu orang. Jumlah TKI perempuan mendominasi yakni 50 ribu orang, sementara laki-laki hanya 12.700 orang. Pada sektor formal pekerja laki-laki mendominasi yakni 58,6 persen, sebaliknya perempuan dominan di sektor informal yakni 99,9 persen. Posisi TKI asal Jawa Barat saat ini mencapai 23,21 persen jumlah nasional. Sumber : [AHMAD FIKRI]Tempo.co

Noted : 
Jangan panik dulu - bagi mbak-mbak yang sudah berada di Luar negeri ,yang sudah cocok sama majikan atau yang baru diputus atau mutusin hubungan sama majikan jangan resah dan jangan bingung ya ,karena moratorium/peraturan pemberhentian pengiriman TKI sektor penbantu rumah tangga keluar negeri  tersebut hanya berlaku untuk new comer atau istilah gampangnya adalah anak Fresh /baru proses pertama dari Indonesia .
Jadi ,untuk kita yang sudah terlanjur disini insya allah aman-aman saja ,dan mari kita lanjutkan Kontrak kerja dengan majikan sepuasnya.
Hahahaha

Didalam bahasa Korea ,bilangan Korea dibagi dalam 2 macam hitungan ,yaitu :
Bilangan Korea ( 한국엇슷자 )
Bilangan Sino Korea ( 한국어슷자 )

Bilangan Korea
Bilangan Korea ( 한국어슷자 ) adalah sebagai berikut (lihat tabel ) :
 Bilangan    Arti    Bilangan   Arti  
하나1서른하나31
둘2서른둘32
셋3마흔40
넷4마흔하나41
다섯5쉰50
여섯6쉰하나52
일곱7여순60
여덢8여순하나61
아흡9일흔70
열10일흔하나71
열하나11일흔셋73
열둘12일흔넷74
스물20여든80
스물하나21여든하나81
스물둘22아흔90
스물셋23아흔하나91
서른30백100


Dibawah ini adalah macam-macam hitungan yang menggunakan bilangan Korea ( 한국어슷자 ) ,yaitu sebagai berikut : 
 Satuan    Arti    Contoh   Arti Contoh  
가자Macam bagian두가자Dua bagian
개Jumlah Barang책상세개3 buah meja belajar
권Buku잡사일곱권Tujuh jilid Majalah
대Mobil사동차한대Satu unit Mobil
마리Ekor염소열마리Sepukuh ekor Kambing
명 / 사람/분Orang아흡명Tujuh Orang
켤레Kain kecil양말녀켤레4pasang kaos kami
벌Pasangan옷세벌Tiga stel baju
살Umur서른살Tiga puluh Tahun
시jam일곱시Jam tujuh
시간Lamanya Waktu열두시간Dua jam
잔Secangkir거피두잔Dua gelas Kopi
병Botol맥주한병satu botol ber
그루Pohon대나무세그루Tiga pohon  Bambu
달Bulan (Lamanya )여섯달Enam Bulan
가닥Balok Kayu열두가닥Dua belas balok kayu

Macam-macam satuan untuk bilangan Korea diatas akan menjadi kalimat tanya dengan menambahkan kata 몇 yang atinya "Berapa".

Contoh : 
몇실이요?
(Berapa umur anda?)
 
맟리에요?
(jam berapa?) 

알시간이에요?
(berapa jam ?) 

몇개에요?
(berapa jumlah barangnya? ) 

몇달이에요?
(berapa bulan ?)

Noted : 
Untuk kalimat tanya , kata benda dalam kalimat informal menggunakan :
이 에 요 untuk suku kata yang berakhiran huruf Konsonan,
예 요 untuk suku kata yang berakhiran huruf Vokal.

Untuk bilangan Korea , ada beberapa  perkecualiannya bila digabungkan dengan satuanyang tertera diatas ,dimana yang dimaksud dengan perkecualian tersebut adalah akan mengalami perubahan sebagai berikut :

 Bilangan   berubah menjadi Arti  
하나한
  • 한살
  • 한시
  • 한개
  • 한명
  • Satu tahun
  • jam satu
  • satu barang
  • Satu orang
둘두
  • 두시간
  • 두벌
  • 두잔
  • 두대
  • Dua jam
  • Dua pasang
  • Dua cangkir
  • Dua mobil
셋세
  • 세병
  • 세마리
  • 세명
  • 세시
  • Tiga botol
  • tiga ekor
  • tiga orang
  • jam tiga


Noted :
Untuk jam , menggunakan bilangan Korea , sedangkan untuk menitnya menggunakan bilangan sino Korea.


Bilangan Sino Korea
Bilangan Sino Korea ( 한자어슷자 ) adalah sebagai berikut :
Bilangan Arti BilanganArti
한1삼십30
이2사십40
삼3오십50
사4육십60
오5칠십70
율6팔십80
칠7구십90
팔8백100
구9백오십150
십10천1.000
삽일11천오백1.500
십이12만10.000
십삼13만오천15.000
십사14십만100.000
십오15십오만150.000
십육16백만1.000.000
십칠17백오십만1.500.000
십팔18천만10.000.000
십구19천오백만15.000.000
이십20억100.000.000

Dibawah ini adalah macam-macam satuan hitungan yang digunakan untuk bilangan Sino Korea ( 한자어슷자 ) yaitu sebagai berikut :

Contoh Arti
일월Bulan satu
십층Lantai sepuluh
이십오호Kamar nomer 25
구번nomer 9
천구백구십육년1996
이십일dua puluh hari
삼십분30 menit
천오백원1500 won
이인분dua porsi
팔삼오국(에)팔오칠사835-8574
이주일dua minggu
시호선jalur empat


Zaenab Ebot Abada adalah Gadis asal Pamulang ,Jawa Barat yang bekerja menjadi  TKI atau Buruh Migran Indonesia di Hong kong , yang kebetulan  bulan Juni 2016   Kontrak kerja dengan Majikannya selesai (Finish Contract ).
Zaenab  dinyatakan menderita infeksi paru-paru karena kerap membersihkan Tembok di rumahnya yang menjamur dengan Biupaksoi /Klorok (pemutih).

Bukan hanya ketika tembok menjamur , Malam hari pun majikan selalu menyuruh zaenab membersihkan tembok sebelum tidur.

Zaenab sendiri berharap Kontrak kerjanya dengan Majikannya lekas selesai dan berencana untuk mencari majikan baru setelah itu.
awalnya Zaenab menyampaikan keluhan sakit yang dia derita akibat menghirup cairan pemutih tersebut. Namun majikannya tidak percaya kalau Zaenab benar-benar sakit.
“Baru pada tanggal 2 (Mei) malam Zaenab menunjukkan alat pengukur suhu badan mencapai 40 derajat, paginya (oleh majikan) Zaenab di Bawa ke Rumah sakit, dan siangnya masuk icu” terang Gonet kepada Apakabaronline.com.

Zaenab pun mempunyai angan-angan /cita-cita untuk membahagiakan Ibunda nya dan membangun Rumah  untuk orangtua nya,sehingga Zaenab berniat untuk bekerja lagi dimajikan barunya nanti selama 1 kontrak ( 2 tahun ) dan kembali ke Kampung halaman untuk merawat orangtua nya yang sudah sepuh.

Tapi cita-cita tinggalah rencana yang kandas begitu saya ,Allah rupanya lebih sayang kepda Zaenab.
Zaenab dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Pamela Youde Nethersole, Chai Wan pada Jumat (13/05) setelah 10 hari mendapat perawatan medis. 

Pesan dari  Gonet Rahayu (PILAR-JBMI-HK) ,yang mendampingi kasusnya Zaenab untuk kawan-kawan semua untuk menjaga kesehatan.

 Jangan menggunakan bahan pembersih lantai, pembersih tembok, gif pemutih baju ( bleach)  dan bahan kimia lainya secara berlebihan karena itu sangat berbahaya untuk kesehatan.

Ketika menggunakan cairan pembersih tersebut (Klorok/bleach/pemutih/Biupaksoi )  ,sebaiknya  :

  1. Gunakan masker 
  2. Gunakan sarung tangan 
  3. Buka semua fentilasi udara 
  4. Nyalakan kipas untuk mempercepat pertukaran udara. 
  5. Menjauhlah dulu dari area yang kawan " semprot dengan cairan" pembersih / pembersih tersebut. 


Jika merasa tidak enak badan/ kondisi badan sakit segera minta ke majikan untuk di Bawa ke dokter.
 Jika majikan tidak mau,  kawan " bisa pergi ke dokter sendiri dengan meminta recipient dari dokter.  Sekali lagi jangan pernah menunda " untuk menjaga kesehatan kita.

Utama keselamatan dalam bekerja,...
Karena ada keluarga yang menunggu kepulangan kita dengan selamat.

Noted :
Untuk kawan kawan semua di manapun berada,
Di hongkong banyak sekali yang tempat tidurnya  kecil  dan pengap sekali karena tidak ada jendelanya. Dan ketika musim nya buruk (Jiusap) sering kali menimbulkan tembok-tembok berjamur.

Ini perlu di perhatikan Tembok yang Berjamur adalah Bakteri.
Jangan pernah membersihkanya dengan pemutih dan di campur dengan sabun cair lainya , bila dicampur akan menghasilkan bahan kimia beracun yang disebut gas klorin.[2] .
Cairan ini sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh, bahkan melalui asapnya saja.

Jika kondisi badan lemah jauhkan diri untuk bersih-bersih dengan PEMUTIH dan bahan kimia lainya . gunakanlah sabun yang aman untuk bersih bersih rumah khususnya yang ada bakterinya.

Mari kita doakan bersama semoga Almarhumah Zaenab di terima di sisinya dan di ampuni segala dosanya. Jum`at 13 Mei 2016 semoga Khusnul Khotimah.
Sumber : Sing Atin

Bagi kamu ,para pengguna sosial media (baca=Facebook),pasti sudah tidak asing lagi dengan Status yang berbentuk gambar atau tulisan seperti "
Ibu ini meninggal demi menyelamatkan anaknya
yg tertimbun puing puing bangunan..semoga yg
like n komen amin ibunya masuk Surga aamiin..
#like n Share yg sayang ibu...
#add me ya ➡ Dewi Nuryati " ,
dan masih banyak lagi.

Kadang ada pula yang sedikit bernada mengancam ,jika tidak komen amin atau tidak like status ini maka seumur hidupnya akan sengsara dan lain sebagainya.

Menanggapi hal seperti ini ,di media sosial pula ,sebenarnya ada sisi Positif dan sisi Negatifnya.
Positif karena walau bagaimanapun status ini mengajak kita untuk mendo'akan mereka yang sedang kesusahan atau yang sudah menghadap Illahi agar diringankan dosanya dan lain sebagainya.
Dengan begitu sebenarnya itu bisa menjadi sumber pahala bagi mereka juga jika memang hal itu dilakukan dengan ikhlas.

Negatif  karena ternyata akun yang mereka buat  tersebut ,yang digunakan sebagai media penyebar ajakan untuk saling mendo'akan ternyata untuk diperjual belikan.
Sekilas memang nampak sah-sah saja,karena toh akun itu dia buat sendiri tanpa menyusahkan atau merugikan orang lain ,tapi ada hal hang menurut saya kurang pas ,karena mereka cenderung menggunakan/mengatas namakan Agama dan nama artis yang sudah tersohor untuk mengelabuhi para pembacanya.

Yah....,sebagai manusia Normal ,yang masih punya jiwa sosial ,sayapun pasti akan menanggapi status yang mereka tulis dengan hati,maksudnya ,ketik mereka mengajak kita untuk memberi jempol"Like" atau hanya sekedar komen "Aamiin " agar orang yang didalam foto tersebut dimpuni segala dosa-dosa nya dan lain sebagainya.
Tapi kini,setelah saya mengetahui kedok dari mereka ,mending saya do'a kan mereka dengan ikhlas dari hati dan lisan saya ,tanpa harus mengetik aamiin atau memberi jempol statusnya.
Karena apa ?
Karena saya takut akun yang mereka jual tersebut dibeli oleh orang yang mempergunakan akun tersebut untuk hal-hal yang tidak baik dan malah menyebarkan fitnah atau maksiat.

SINGAPURA - Seorang Buruh migran Indonesia ( BMI ) yang bekerja di sektor pembantu rumah tangga di singapura telah didakwa pada Selasa (10 Mei 2016 )  atas kematian seorang Bayi perempuan berumur 1 tahun yang tidak lain adalah anak majikan yang dia jaga/asuh.

Maryani binti Usman Utar (30 tahun ), dituduh menyebabkan kematian Teo Yan Jia Richelle ( anak asuh nya yang baru berusia 1 tahun )  dengan meninju dia di lehernya dan mencengkeram erat-erat dengan semua kekuatannya (mencekik ) sampai (Richelle) berhenti menangis".

Maryani telah didakwa dengan satu tuduhan bersalah pembunuhan tidak sebesar membunuh untuk tindakan yang diduga dilakukan hari Minggu lalu 02:00-07:36 di Blok 225 Simei Street 4.

Jika terbukti bersalah, Maryani akan diganjar 10 tahun penjara dan dikenakan  denda.

Dia telah diserahkan dan akan dihadirkan sebelum persidangan selanjutnya   pada 17 Mei.

 Chinese Evening Lianhe Wanbao melaporkan bahwa Richelle telah merayakan ulang tahunnya lima hari sebelum kematiannya. Menurut koran itu, Maryani tidak kelihatan atau menghilang /tidak bisa dihubungi pada hari Minggu dan akhirnya ditangkap di daerah Marina Bay hari itu juga.

Jika kita sudah tahu dan hafal Abjad Hangeul , Cara penggabungan Abjad Hngeul serta penggabungan Kata dan suku kata ,maka langkah selanjutnya yang mesti kota pelajari adalah cara Pengucapan dan Pembacaan ( 읽이와 쓰기 ).

  • Bila suku kata ada huruf Konsonan yang mati bertemu dengan huruf Vokal,maka huruf Konsonan tersebut akan ikut dengan suku kata berikutnya.
Contoh : 
말이 ( Berbicara ) ,dibaca 마리
옷이 ( Pakaian ) , dibaca 오시
밥이 ( Nasi ) ,dibaca 바비
울어 ( Menangis ), dibaca 우러
묶어 ( Mengikat ), dibaca 무꺼

  • Bila suku kata ada huruf Konsonan Rangkapyang mati bertemu dengan huruf Vokal,maka hirif konsonan yang belakang akan ikut ke huruf depannya.
Contoh :
앉아 (duduk),dibaca  안자
읽어 (Membaca),dibaca 일거
긁어 (Tua), dibaca  늘거
젊어 (Muda ),dibaca 절마
싫어 ( Tidak mau),dibaca 실허/시러

  • Bila ada huruf ㅎ yang berdiri sendiri,maka akan dibaca Konsonan (ㅇ).
Contoh : 
결흔 (Menikah ),dibaca 결온 / 겨론
은행 ( Bank ),dibaca 은앵 / 으냉
사랑해 ( Cinta ),dibaca 사랑애
안녕하세요 (Ucapan Salam ),dibaca 안녕아세요 
한국 (Korea ),dibaca 안국

  • Nazalization adalah Persengauan dimana akan dibaca dengan berdengung. Nazalization ada beberapa macam huruf,yaitu sebagai berikut : 
☞ Bila ada huruf Konsonan ㅂ ,ㅍ bertemu dengan huruf Konsonan ㄴatau ㅁ ,maka akan dibaca dengan konsonan ㅁ.
Contoh : 
감사합니다 ( Terima Kasih ) , maka akan dibaca 감사함니다
앞머리 ( Rambut Depan /Poni ) ,maka akan dibaca 아ㅁ머리
알합니다 ( Bekerja ),maka akan dibaca 알함니다

☞Bila ada huruf Konsonan ㄷ ,ㅌ,ㅅ,ㅆ,ㅈ,ㅊ,ㅎ bertemu dengn huruf Konsonan ㄴ atau ㅁ ,maka akan dibaca dengan Konsonan ㄴ.
Contoh : 
듣는다 ( Mendengar ) ,dibaca 든는다
닡말 ( Kosa kata ) ,dibaca 난말
있는 ( Yang Ada ) , dibaca 인는
맞는다 ( Yang Benar ) , dibaca  만는다
있는다 ( Tertawa ),dibaca  인는다
찾는다 ( Mencari) ,dibaca 친는다

☞ Bila ada huruf Konsonan  ㄱ,ㅋ,ㄴ,ㅁ  yang mati,bertemu dengan salah satu dari huruf konsonan tersebut ,maka huruf yang mati tersebut akan dibaca dengan hiruf ㅇ.
Contoh : 
부엌문 ( Pintu dapur ) , dibaca 부엉만
국물 ( Kuah Sayur ), dibaca 궁물
한국말 ( Bahasa Korea ) , dibaca 항궁말 
한국 (Korea ),dibaca  항국
한국 나라 ( Negara Korea ),dibaca  항궁 나라
작년 ( Tahun Lalu ), dibaca 장년
막내 ( Anak Bungsu ), dibaca  망내

  • Bila ada huruf Konsonan ㄱ,ㄷ,ㅂ,ㅈ yang berada sebelum ataupun sesudah huruf ㅎ, maka hirif Konsonan ㅎ tersebut akan dihilangkan ,dan huruf konsonan tersebut akan berubah menjadi huruf ㅋ,ㅌ,ㅍ,ㅊ.
Contoh : 
잫다 ( Senang,bagus ),dibaca 조타
많고 ( Banyak ),dibaca 만코
빨갛다 ( Memerah ) ,dibaca 빨가타
어떻게 (Bagaimana ) ,dibaca 어떠케
삻다 ( Tidak mau ), dibaca 살타
낳고 ( Melahirkan ), dibaca 나코

  • Palatalization adalah pengucapan dengan cara mendekatkan lidah ke Langit-langit. Suku kata akan dibaca Palatalization bila ada huruf Konsonan ㄷ ,ㅌ yang mati ,bertemu dengan huruf Vokal 이,maka akan berubah  atau dibaca ㅈ ,ㅊ .
Contoh : 
미닫이 ( Pintu tarikan ), dibaca 미다지
같이 ( Bersama-sama ) ,dibaca  가치
볕이 ( Sinar Matahari ) , dibaca  벼치
맏이 (Putra tertua ), dibaca 마지

  • Bila ada huruf Konsonan ㅂ yang mati bertemu dengan huruf Konsonan ㅎ ,maka akan dibaca dengan Konsonan ㅍ .
Contoh : 
대답해 (Menjawab ) , dibaca 대다패
밥해 (Memasak Nasi ), dibaca 바패
답답하다 (Tidak sabar ) ,dibaca 답다패
잡히다 ( Tertangkap ),dibaca 자피다

  • Bila mana huruf Konsonan ㄱ,ㄷ,ㅂ,ㅅ,ㅈ yang mati bertemu dengan salah satu dari hurif Konsonan tersebut,maka hirif berikutnya dibaca ganda ,menjadi ㄲ,ㄸ,ㅃ,ㅆ,ㅉ .
Contoh : 
학교 ( Sekolah ) , dibaca 학꾜
식당 (Warung nasi ) , dibaca 십땅
학생 ( Siswa/murid ) ,dibaca 학쌩 
숙제( Pekerja rumah /pembantu ),dibaca 숩쩨
입다 (Memakai pakaian ),dibaca 입따 
맞다 ( Benar ),dibaca 막따
독신 (Hidup membujang ) ,dibaca 독씬
똑바로 ( Lurus ,sungguh ),dibaca 똑빠리
멋쟁이 (Mengagumkan ),dibaca 멋쌩리
목소리 (Suara Vokal ) ,dibaca 목쏘리

  • Bila mana ada huruf Konsonan  ㄴ,ㄹ,ㅁ,ㅇ yang mati dan bertemu dengan huruf Konsonan apapun,maka huruf didepannya akan dibaca ganda.
Contoh : 
강가( Tepi Sungai ), dibaca 강까
밤새 ( Begadang ) ,dibaca 밤쌔
발등 ( Punggung kaki ) ,dibaca 발뜽
눈사람( Patung manusia Salju ) ,dibaca 눈싸람
간사람 (Orang yang pergi),dibaca 강싸람

  • Bila mana ada huruf Konsonan ㄴ dan ㄹ yang saling bertemu ,maka huruf ㄴ akan dibaca ㄹ. 
Contoh : 
연락 (Menelfon) ,dibaca 열락
설날( Tahun baru Korea/Imlek ),dibaca 설랄

  • Bila ada huruf Konsonan ㄹ yang mati bertemu dengan huruf Konsonan ㄴ,ㅂ,ㅅ ,maka hirif Konsonan ㄹ akan dihilangkan.
Contoh : 
살다 + ㅂ 니다,dibaca 삽니다 (Tinggal /domisili )
알다 + 세요,dibaca 아세요  ( mengerti )
팔다 + ㅂ 니다,dibaca 팝니다 (Menjual )
걸다 + 세요 ,dibaca 거세요(Menyambungkan Telpon)
밀다 + 세요 ,dibaca 미세요(mendorong )
일다 + 는,dibaca 이는 (yang mengerti )

  • Bila ada suku kata 르 yang berada diakhir suku kata,maka akan diimbuhkan huruf Konsonan ㄹ dengan Vokal sebagai berikut:
▶Akhir hurif Vokal ㅏ dan ㅗ akan berubah menjadi huruf Vokal ㅏ,
Contoh : 
부르다 (Memanggil ) ,dibaca 불러요
빠르다 ( Cepat ),dibaca 빨라요

▶ Akhir hurif Vokal ㅜ,ㅓ,ㅣ akan berubah menjadi hurif Vokal ㅓ.
Contoh : 
이르다 ( tercapai cita-cita ),dibaca 일러요
모르다 ( tidak mendrto),dibaca 몰라요

Noted : Dalam kalimat informal,ada suatu perkecualian ,yaitu bila ada huruf Konsonan ㄷ yang mati,maka akan berubah menjadi hirif Konsonan ㄹ.
Contoh : 
듣다 ( mendengar ),dibaca 들어요
걷다(berjalan),dibaca 걸어요

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.